Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
24 Agustus 2026 | 16:17:41 WIB
UBB dan PLN Perkuat Kolaborasi Energi Hijau melalui MoU dan Peluncuran Green Energy Ecosystem Technopark di Pulau Rengit
.jpeg)
BELITUNG, UBB — Universitas Bangka Belitung (UBB) memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi energi, pengembangan teknologi hijau, dan ketahanan energi nasional melalui kerja sama dengan PT PLN (Persero). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UBB dan PT PLN (Persero) yang dilaksanakan bersamaan dengan peluncuran Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit, Belitung, Sabtu (22/8/2026).
Peluncuran GEET tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung Ira Savitri, Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M., ASEAN Eng., serta Direktur Energi Baru Ir. Senda Hurmuzan Kanam, M.Sc., bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam penandatanganan MoU, PT PLN (Persero) diwakili oleh Mochamad Soleh selaku General Manager PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan, sedangkan UBB diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama, Dr. Hamsani, S.E., M.Sc.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi perguruan tinggi dan dunia industri, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil riset untuk mendukung pengembangan energi berkelanjutan.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pulau Rengit menjadi lokasi technopark pertama yang secara resmi dibangun oleh PLN.

“Pulau Rengit adalah tempat dibangunnya technopark pertama yang resmi dibangun oleh PLN,” ujar Edwin. Ia menjelaskan, GEET dikembangkan dengan menghadirkan sejumlah teknologi energi bersih, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), fuel cell, pembangkit listrik tenaga angin melalui kincir angin, serta teknologi pembangkitan listrik berbasis hidrogen.
Menurut Edwin, kehadiran berbagai teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya PLN membangun ekosistem energi hijau sekaligus menjadi ruang untuk pengujian, penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan teknologi energi masa depan.
Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan GEET sejalan dengan tantangan nasional untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi, mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, serta meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, termasuk pengembangan PLTS. “Berbagai tantangan tersebut membutuhkan dukungan riset, inovasi, teknologi, dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi,” ujarnya.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyampaikan rasa syukur atas pembangunan GEET oleh PT PLN (Persero) di Pulau Rengit. Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketersediaan listrik yang andal.

“Kita sangat bersyukur bahwa PT PLN (Persero) membangun Green Energy Ecosystem Technopark di Pulau Rengit ini untuk kepentingan masyarakat, agar energi listrik dapat digunakan dalam jangka waktu 24 jam,” ujar Hidayat Arsani. Ia menegaskan bahwa ketersediaan listrik memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan aktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Listrik sangat penting bagi masyarakat untuk peningkatan ekonomi,” tegasnya.
Hidayat menambahkan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga merencanakan pengembangan perkebunan kelapa serta pembangunan pabrik kelapa di Pulau Rengit. Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan nilai tambah komoditas masyarakat, serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M., ASEAN Eng., mengapresiasi peluncuran GEET sebagai wujud nyata pengembangan riset, inovasi, dan teknologi untuk menjawab isu-isu strategis nasional. “Ini merupakan bukti riset, inovasi, dan pengembangan yang sekaligus harus terus dikembangkan untuk memecahkan isu-isu strategis nasional, khususnya ketahanan energi,” ujar Sripeni.

Ia berharap GEET dapat terus dikembangkan dan menjadi model yang dapat diadopsi untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Sripeni juga menyampaikan dukungan DEN terhadap langkah PLN dalam mengembangkan riset, inovasi, dan teknologi rendah karbon. Ke depan, ia mendorong pengembangan riset yang lebih luas, termasuk pemanfaatan potensi energi laut (ocean energy), seperti arus laut, gelombang dan pasang surut, serta perbedaan suhu laut.
Menurutnya, potensi energi laut tersebut dapat menjadi bagian penting dalam diversifikasi energi terbarukan Indonesia sebagai negara kepulauan. Direktur Energi Baru, Ir. Senda Hurmuzan Kanam, M.Sc., turut menyampaikan apresiasinya atas peluncuran GEET di Pulau Rengit. Ia menilai kehadiran GEET dapat menjadi momentum penting bagi Bangka Belitung untuk mengambil peran dalam pengembangan teknologi energi baru, khususnya teknologi hidrogen. “Saya sangat bersyukur atas peluncuran Green Energy Ecosystem Technopark ini. Bangka Belitung akan menjadi contoh bagi Indonesia dalam pengembangan teknologi hidrogen. Saya dapat mengatakan bahwa Bangka Belitung sudah leading dalam energi,” ujar Senda.

Menurutnya, GEET menunjukkan bahwa pengembangan energi baru dan teknologi rendah karbon telah mulai diwujudkan melalui fasilitas yang dapat menjadi ruang bagi riset, inovasi, pengembangan teknologi, dan implementasi energi bersih. Sementara itu, General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, menyampaikan bahwa kondisi geografis Bangka Belitung memberikan tantangan tersendiri dalam penyediaan tenaga listrik. “Kepulauan Bangka Belitung memiliki tantangan yang berbeda dengan daerah yang lain dalam penyediaan tenaga listrik. Jarak antarpulau, kondisi geografis, dan kebutuhan masyarakat yang beragam menjadi bagian dari tantangan yang harus dijawab. Namun, hal tersebut tidak mengurangi komitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kelistrikan yang semakin baik dan semakin andal bagi seluruh masyarakat Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Ira Savitri.

Ia menegaskan bahwa berbagai tantangan tersebut menjadi dorongan untuk terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan keandalan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat. Di akhir sambutannya, Ira berharap peluncuran GEET dapat memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wakil Rektor III UBB, Dr. Hamsani, S.E., M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama dengan PLN merupakan langkah strategis bagi UBB dalam memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan energi hijau.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul, riset, dan inovasi yang dapat menjawab tantangan pembangunan, termasuk dalam bidang energi dan kelistrikan. “Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi UBB untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan energi hijau melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi dengan dunia industri,” ujar Dr. Hamsani.

Ia menambahkan, keberadaan GEET di Pulau Rengit membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan riset serta inovasi energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan. Melalui MoU tersebut, UBB dan PLN diharapkan dapat mengembangkan berbagai program konkret dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan, inovasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil riset.
Bagi UBB, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara ilmu pengetahuan di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat dan dunia industri. Peluncuran Green Energy Ecosystem Technopark di Pulau Rengit menjadi momentum penting bagi Bangka Belitung untuk memperkuat ekosistem energi yang bersih, inovatif, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi UBB, PLN, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, GEET diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan teknologi energi, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, membuka peluang ekonomi baru, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penandatanganan MoU tersebut sekaligus menegaskan komitmen UBB untuk terus berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi dalam mendukung transformasi energi serta ketahanan energi nasional. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM